Feeds:
Pos
Komentar

About:

Situs Web
http://
Detil
RIWAYAT HIDUP Nama : Prof. Dr. Syamsuddin Haris Tempat/tgl lahir : Bima, 9 Oktober 1957 Pekerjaan/instansi : Peneliti pada Pusat Penelitian Politik LIPI Pangkat/golongan : Pembina Utama/IV-e Alamat Kantor : Pusat Penelitian Politik, Widya Graha LIPI Jalan Gatot Subroto 10 Jakarta Selatan, Telp/Fax 021-5207118 Alamat Rumah : Jalan Nakula 7 Blok 29 No. 3 Bumi Satria Kencana Kalimalang, Bekasi 17144, Telp. 021-8843915, HP 0811895307, Email: sy_haris@yahoo.com Jabatan Fungsional dan Struktural · Ahli Peneliti Utama, Keputusan Presiden RI tertanggal 28 September 2000. · Profesor Riset, dikukuhkan tanggal 29 Desember 2006. · Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI. Riwayat Pendidikan · SDN 6 Bima, NTB (1970) · SMPN 2 Bima, NTB (1973) · SMAN 17 Jakarta (1976) · S-1 Ilmu Politik pada FISIP Universitas Nasional Jakarta (1984) · S-2 Ilmu Politik pada FISIP Universitas Indonesia Jakarta (2002) · S-3 Ilmu Politik pada FISIP UI Jakarta (2008). Riwayat Pekerjaan · 1984-1989: Anggota Dewan Redaksi Jurnal Ilmu dan Budaya; · Sejak 1985: Bekerja di Pusat Penelitian Politik (sebelumnya LRKN dan PPW) LIPI. · 1990-1995: Koordinator Penelitian Wawasan Kebangsaan; · 1991-1996: Anggota Dewan Redaksi Jurnal Masyarakat Indonesia; · 1995-1998: Koordinator Penelitian Pemilihan Umum di Indonesia; · 1998-1999: Anggota Tim Penyusun UU Bidang Politik versi LIPI; · 2000-2001: Koordinator Penelitian Paradigma Baru Hubungan Pusat-Daerah; · Sejak 2002: Staf Pengajar Program Pasca-Sarjana FISIP Unas dan FISIP UI; · 2002-2003: Ketua Tim Penyusun RUU Otonomi Daerah versi LIPI; · 2003-2004: Anggota Tim Pakar Pokja Revisi UU Pemerintahan Daerah, Depdagri RI. · 2002-2005: Kepala Bidang Politik Nasional, Pusat Penelitian Politik LIPI; · 2006 : Anggota Tim Pakar Penyusun RPP Partai Lokal Aceh, Depdagri RI. · 2006-2007 : Anggota Tim Pakar Pokja Revisi UU Bidang Politik, Depdagri RI. · Sejak 2008: Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI. Kegiatan Lain/Organisasi Profesi Ilmiah · Staf Pengajar Pasca-Sarjana FISIP UI dan FISIP UNAS · Ketua II Pengurus Pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) 2002-2008. · Sekjen Pengurus Pusat AIPI 2008-2011. Penghargaan · Penulis Buku Terbaik Bidang Ilmu-ilmu Sosial (Demokrasi di Indonesia: Gagasan dan Pengalaman, Jakarta: LP3ES, 1995), dari Yayasan Buku Utama, 1996. · Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, 1996. · Satyalancana Karya Satya 20 Tahun, 2006. · Satyalancana Pembangunan, 2008. Publikasi/Karya Tulis A. Buku · Buku karya sendiri dan selaku editor: 1. PPP dan Politik Orde Baru, Jakarta: Grassindo, 1991. 2. Demokrasi di Indonesia: Gagasan dan Pengalaman, Jakarta: LP3ES, 1995. 3. Menggugat Politik Orde Baru, Jakarta: Grafiti Press, 1998. 4. Reformasi Setengah Hati, Jakarta: Erlangga, 1999. 5. Konflik Presiden-DPR dan Dilema Transisi Demokrasi di Indonesia, Jakarta: Grafiti Press, 2007. 6. Menelaah Kembali Format Politik Orde Baru, co-editor, Jakarta: Gramedia, 1995. 7. Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru, editor, Jakarta: Yayasan Obor, 1999. 8. Indonesia di Ambang Perpecahan, editor, Jakarta: Erlangga, 1999. 9. Kecurangan dan Perlawanan Rakyat dalam Pemilu 1997, editor, Jakarta: Yayasan Obor, 1999. 10. Paradigma Baru Otonomi Daerah, editor, Jakarta: Kantor Menristek-P2P LIPI, 2001. 11. Akuntabilitas dalam Otonomi Daerah, editor, Jakarta: P2P-LIPI, 2002. 12. Desentralisasi, Demokratisasi dan Akuntabilitas Pemerintahan Daerah, editor, Jakarta: AIPI dan PGRI, 2002. 13. Desentralisasi dan Otonomi Daerah, editor, Jakarta: LIPI Press, 2005. 14. Pemilu Langsung di Tengah Oligarki Partai, editor, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005. 15. Membangun Format Baru Otonomi Daerah, editor, Jakarta: LIPI Press, 2006. 16. Partai dan Parlemen Lokal Era Transisi Demokrasi di Indonesia, editor, Jakarta: LIPI Press, 2007. · Buku sebagai salah seorang kontributor: 17. “PPP dan Pemilihan Umum 1987”, dalam Alfian dan Nazaruddin Sjamsuddin, ed., Masa Depan Kehidupan Politik Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 1988. 18. “Visi dan Persepsi Politik Kelas Menengah Orde Baru”, dalam buku Kontradiksi Aspirasi dan Peran Kelas Menengah di Indonesia, Jakarta: CIDES, tahun? 19. “Membaca Arah Politik NU”, dalam S. Sinansari Ecip, ed., NU, Khittah dan Godaan Politik, Bandung: Mizan, 1994. 20. “Perbandingan Pemilu-pemilu Orde Baru 1971-1992: Beberapa Catatan Kritis dan Proyeksi”, dalam J. Kristiadi, ed., Menyelenggarakan Pemilu yang Bersifat Luber dan Jurdil, Jakarta: CSIS, 1997. 21. “Pentingnya Dialog untuk Meredam Badai”, dalam Abd Rohim Ghazali, ed., Kapan Badai Akan Berlalu, Bandung: Mizan, 1998. 22. “Pemilihan Umum dan Kekerasan Politik: Kasus Jawa Timur”, dalam Hermawan Sulityo, ed., Pemilu dan Kekerasan Politik, Jakarta: PPW LIPI, 1999. 23. “Pemilu 1999 dan Format Baru Politik Indonesia”, dalam Memastikan Arah Baru Demokrasi, Bandung: Mizan-LIP FISIP UI, 2000. 24. “Menjelang ‘Pemecatan’ Abdurrahman Wahid”, dalam Indra Surya Lubis, ed., Bahaya Tirani DPR: Konflik DPR vs Presiden, Jakarta: Lembaga Studi Politik Merdeka, 2001. 25. “Dinamika Politik DPRD Sumatera Barat: Ketika Kekecewaan Rakyat Menggumpal”, dalam Moch. Nurhasim, ed., Kualitas Keterwakilan Legislatif, Jakarta: PPW LIPI, 2001, hal. 87-126. 26. “Dinamika DPRD Bima, Aspirasi Masyarakat, dan Krisis Kepemimpinan Daerah”, dalam Lili Romli, ed., Dinamika Lembaga Perwakilan Lokal: Studi Peranan DPRD dalam Memperjuangkan Kepentingan Publik, Jakarta: PPW LIPI, 2002, hal. 217-236. 27. “Konflik Elite Sipil dan Dilema Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru”, dalam Maruto MD dan Anwari WMK, ed., Reformasi Politik dan Kekuatan Masyarakat, Jakarta: LP3ES, 2002, hal. 3-21. 28. “Reformasi Konstitusi dan Perangkap Oportunisme Elite Partai-Partai Besar di DPR”, dalam Riza Sihbudi dan Moch Nurhasim, ed., Amandemen Konstitusi dan Strategi Penyelesaian Krisis Politik Indonesia, Jakarta: PGRI-AIPI, 2003. 29. “Masalah Keamanan Dalam Negeri di Era Globalisasi: Ancaman, Tantangan, Peluang”, dalam Dede Wardiat, ed., Kepemimpinan dan Profesionalisme Penegak Hukum, Jakarta: PMB LIPI-Polri, 2003. 30. “Faktor Oportunisme Elite Partai-partai Besar dan Pembangkangan TNI/Polri dalam Konflik Presiden Wahid versus DPR (1999-2001)”, dalam Mahrus Irsyam dan Lili Romli, ed., Menggugat Partai Politik, Jakarta: LIP-FISIP UI, 2003, hal. 67-110. 31. “Persepsi Masyarakat terhadap Partai Politik: Kasus Nusa Tenggara Barat”, dalam Persepsi Masyarakat terhadap Partai Politik Peserta Pemilu 2004, Jakarta: P2P LIPI dan Balitbang Depdagri, 2003, hal. 13-28. 32. “Potret Partai Kebangkitan Bangsa: Peta Konflik dan Resistensi Elite Lokal terhadap Pusat”, dalam Lili Romli, ed., Potret Partai Politik Pasca-Orde Baru, Jakarta: P2P LIPI, 2003, hal. 83-104. 33. “Sentralisasi Baru dalam Birokrasi Lokal: Kasus Kabupaten Bima”, dalam Afadlal, ed., Dinamika Birokrasi Lokal Era Otonomi Daerah, Jakarta: P2P LIPI, 2004, hal. 47-64. 34. “General Election under the New Order”, dalam Hans Antlov dan Sven Cederroth, ed., Election in Indonesia: The New Order and Beyond, London and New York: RoutledgeCurzon, 2004, hal. 18-37. 35. “Politicization of Religion and the Failure of Islamic Parties in the 1999 General Election”, dalam Antlov dan Cederroth, ed., Election in Indonesia: The New Order and Beyond, London and New York: RoutledgeCurzon, 2004, hal. 77-110. 36. “Perubahan Peta Politik Kaltim 2004: Evaluasi dan Analisis Pemilu Legislatif”, dalam Lili Romli, ed., Evaluasi Pemilihan Umum 2004: Analisis Proses dan Hasil Pemilu Legislatif, Jakarta: P2P LIPI, 2004. 37. “Dinamika Civil Society Kota Surabaya: Peranan LSM dalam Era Otonomi Daerah”, dalam Afadlal, ed., Dinamika Kekuatan Masyarakat Lokal Era Otonomi Daerah, Jakarta: P2P LIPI, 2004, hal. 17-36. 38. “Quo Vadis Partai-partai”, Pengantar dalam buku Demokrasi Seolah-olah, Jakarta: PDP, 2005. 39. “Kebijakan dan Strategi Pilkada: Peluang dan Tantangan Menuju Konsolidasi Demokrasi”, dalam Djohermansyah Djohan dan Made Suwandi, ed., Pilkada Langsung: Pemikiran dan Peraturan, Jakarta: IIP Press, 2005, hal. 58-63. 40. “Pola dan Kecenderungan Perilaku Pemilih”, (ditulis bersama Tri Rainny Syafarani), dalam Lili Romli, ed., Evaluasi Pemilu Presiden 2004, Jakarta: P2P LIPI, 2005. 41. “Proses Pencalonan Anggota DPRD Kupang dan Ende di Nusa Tenggara Timur: Kasus Partai Golkar dan PDI Perjuangan”, dalam Pradjarta Dirdjosanjata dan Nico L. Kana, ed., Demokrasi dan Potret Lokal Pemilu 2004, Salatiga dan Yogyakarta: Yayasan Percik dan Pustaka Pelajar, 2006, hal. 205-260. 42. “Pencalonan dan Pola Koalisi Partai dalam Pilkada Langsung 2005”, dalam Sri Nuryanti, ed., Analisis Proses dan Hasil Pilkada Langsung 2005, Jakarta: P2P LIPI, 2007. 43. “Problematik Institusionalisasi PPP”, dalam Edison Muchlis M, ed., Pelembagaan Partai Politik di Indonesia Pasca-Orde Baru, Jakarta: LIPI Press, 2007. 44. “Dilema ‘Salah Urus’ Negara dan Pemerintahan bagi Proyek Keindonesiaan”, dalam Firman Noor, ed., Nasionalisme, Demokratisasi, dan Sentimen Primordialisme di Indonesia, Jakarta: LIPI Press, 2008. B. Artikel dalam Jurnal Ilmiah 1. “Dari Budaya Politik Jawa sampai Birokrasi Kumis: Catatan dari Pertemuan Sarjana/Ahli Ilmu Politik Indonesia”, dalam Ilmu dan Budaya, No. 4, Januari 1985. 2. “Pembangunan Politik di Negara-negara Baru”, Tinjauan Buku dalam Ilmu dan Budaya, No. 3, Februari 1985. 3. “Si Bung dan Komitmen Kerakyatannya”, Tinjauan Buku dalam Ilmu dan Budaya, No. 7, April 1985. 4. “Ormas dan Sosok Kesejarahannya yang Baru”, dalam Ilmu dan Budaya, No. 9, Juni 1985. 5. “Pembangunan Politik dalam Parameter Ekonomi”, Tinjauan Buku dalam Jurnal Ilmu Politik 1, 1986. 6. “Pola dan Kecenderungan Konflik Partai Masa Orde Baru”, dalam Analisa, No. 5, Mei 1988. 7. “Dinamika dan Peranan DPRS dalam Sistem Politik Demokrasi Liberal”, dalam Ilmu dan Budaya, No. 12, September 1988. 8. “Party Conflict under the New Order: Patterns and Tendencies”, dalam Jurnal The Indonesian Quarterly, No. 3, 1989. 9. “Penataan Ideologi Periode Orde Baru: Beberapa Kecenderungan dan Implikasi”, dalam Ilmu dan Budaya, No. 8, Mei 1989. 10. “Perdebatan Sistem Pemilu pada Awal Orde Baru”, dalam Ilmu dan Budaya, No. 3-4, Desember-Januari 1989-1990. 11. “PPP and Politics under the New Order”, dalam Prisma (edisi bahasa Inggris), No. 49, Juni 1990. 12. “Lepas Landas di Mata Pakar”, Tinjauan Buku dalam Jurnal Ilmu Politik 6, 1990. 13. “NU dan Politik: Perjalanan Mencari Identitas”, dalam Jurnal Ilmu Politik 7, 1990. 14. “Aspek Agama dalam Perilaku Politik NU”, dalam Jurnal Pesantren, No. 2, Vol. VIII, 1991. 15. “Pemilihan Umum dan Keniscayaan Demokratisasi Format Politik Orde Baru”, dalam Jurnal Studia Politika, edisi 1, tahun? 16. “Dilema DPR: Wakil Rakyat tanpa Mandat Rakyat Daerah”, dalam Jurnal Afkar (terbitan CIDES), 1993. 17. “Politik Islam PPP dan Pemilu 1992: Perjuangan Mencari atau Mempertahankan Identitas”, dalam Jurnal Analisis, No. 3, Mei-Juni 1993. 18. “Menangkap Peluang Demokratisasi”, dalam Jurnal Analisis, No. 1, Januari-Februari 1994. 19. “Di Sekitar Soal Wawasan Kebangsaan: Sekadar Pengantar”, dalam Masyarakat Indonesia, No. 2, Vol. XXI, 1994. 20. “Perubahan Wawasan Islam Orde Baru atau Sebaliknya”, Tinjauan Buku dalam Masyarakat Indonesia, No. 2, Vol. XXI, 1994. 21. “Demokrasi, Ke Arah Transformasi Ketiga”, Tinjauan Buku dalam Jurnal Ilmu Politik, No. 14, tahun 1994? 22. “Kedudukan Partai Politik 1995”, dalam Jurnal Profil Indonesia CIDES, No. 2, 1996. 23. “Pembinaan Politik, Demokratisasi dan Pembentukan Civil Society: Problematik Kepartaian Indonesia di Bawah Orde Baru”, dalam Jurnal Ilmu Politik 17, 1997, hal. 58-68. 24. “Disintegrasi Nasional dan Urgensi Otonomi Luas bagi Daerah”, dalam Jurnal Berita IPTEK, No. 1, 2000. 25. “Otonomi Daerah, Demokratisasi, dan Pendekatan Alternatif Resolusi Konflik Pusat-Daerah”, dalam Jurnal Ilmu Politik 18, Tahun 2002, ha. 37-46. 26. “Pemilu 2004: Peluang Konsolidasi Demokrasi atau Perangkap ‘Status Quo’ Politik”, dalam Jurnal Ilmu Politik 19, Tahun 2003, hal. 3-27. 27. “Masalah dan Potensi Konflik Pilkada Langsung”, dalam Jurnal Studi Kepolisian, edisi No. 063 Januari-Maret 2005, hal. 27-43. 28. “Pilkada Langsung dan Masa Depan Otonomi Daerah di Indonesia”, dalam Jurnal Politika, No.1, Vol. 1, Mei 2005. 29. “Pilkada Langsung dan Dilema Penguatan Demokrasi di Indonesia Pasca-Soeharto”, dalam Jurnal Ilmu Politik 20, Tahun 2006, hal. 52-63. 30. “Demokratisasi Partai dan Sistem Kepartaian di Indonesia”, dalam Jurnal Penelitian Politik, P2P LIPI, 2006. C. Kolom di Media Cetak (5 tahun terakhir) 1. “Kenaikan Harga, Awal Kejatuhan Mega?”, dalam Koran Tempo, 7 Januari 2003. 2. “Menjelang Akhir Karier Politik Akbar”, dalam Koran Tempo, 21 Januari 2003. 3. “Gerakan Ekstraparlemen, Sebuah Solusi?”, dalam Koran Tempo, 4 Februari 2003. 4. “Distorsi Ganda RUU Pemilihan Presiden”, dalam Koran Tempo, 18 Februari 2003. 5. “RUU TNI: Pintu Masuk ke Politik”, dalam Koran Tempo, 3 Maret 2003. 6. “Calon Presiden dengan ‘Cek Kosong’ Baru?”, dalam Koran Tempo, 18 Maret 2003. 7. “Pemilu 2004 dan Dilema ‘Partai Gurem’”, dalam Koran Tempo, 1 April 2003. 8. “Presiden Baru atau ‘Daur Ulang”, dalam Majalah Tempo, 13 April 2003. 9. “Aceh, Mengapa Solusi Militer Lagi?”, dalam Koran Tempo, 15 April 2003. 10. “Pemerintah, Belajarlah dari Sejarah”, dalam Koran Tempo, 29 April 2003. 11. “Lima Tahun Reformasi:’Re-Orde Baru’?”, dalam Koran Tempo, 13 Mei 2003. 12. “Menjernihkan Kembali Konsep NKRI”, dalam Koran Tempo, 27 Mei 2003. 13. “Nasib Mahkamah Konstitusi”, dalam Koran Tempo, 10 Juni 2003. 14. “TNI dan Kultur Orde Baru di Aceh”, dalam Koran Tempo, 24 Juni 2003. 15. “Intervensi dan ‘Restu’ Pusat dalam Politik Lokal”, dalam Kompas, 24 Juli 2003. 16. “‘Komedi Omong’ Tahunan MPR”, dalam Koran Tempo, 5 Agustus 2003. 17. “PDIP, Megawati, dan Pemilu 2004”, dalam Koran Tempo, 2 September 2003. 18. “Potret Partai dan Masa Depan Demokrasi”, dalam Kompas, 8 September 2003. 19. “ Kemelut PKB, NU, dan Pemilu 2004”, dalam Koran Tempo, 16 September 2003. 20. “Lima Masalah Krusial Pemilu 2004”, dalam Koran Tempo, 11 November 2003. 21. “Anatomi Partai Peserta Pemilu 2004”, dalam Koran Tempo, 9 Desember 2003. 22. “Reformasi yang Mati Muda”, dalam Majalah Tempo, 14 Desember 2003. 23. “Soeharto, Soekarno, dan Kegagalan Reformasi”, Koran Tempo, 23 Desember 2003. 24. “Partai Berebut Kursi, Rakyat pun Merajut Mimpi”, Kompas, 30 Desember 2003. 25. “TNI, Demokrasi, dan Pemilu 2004”, dalam Koran Tempo, 6 Januari 2004. 26. “Dilema Caleg: Dari Partai Buat Politikus”, dalam Koran Tempo, 3 Februari 2004. 27. “Masa Kampanye, Saatnya Menebar Janji Surga”, dalam Kompas, 11 Maret 2004. 28. “Partai dan Pemilu 2004: Kemasan Baru, Racikan Lama”, Kompas, 20 Maret 2004. 29. “Golkar, Akbar, dan Pemilu Presiden”, dalam Kompas, 17 April 2004. 30. “Koalisi, Oposisi dan Syahwat Kekuasaan”, dalam Kompas, 11 Agustus 2004. 31. “Peluang Calon Presiden dan Netralitas PKB”, Koran Tempo, 7 September 2004. 32. “Pemilu dan Demoralisasi Wakil Rakyat”, dalam Kompas, 9 September 2004. 33. “Skenario Politik Pasca-Pemilu”, dalam Koran Tempo, 21 September 2004. 34. “Merajut Harapan bagi Presiden Baru”, dalam Kompas, 24 September 2004. 35. “DPR: Wajah Baru, Cerita Lama”, dalam Kompas, 28 Oktober 2004? 36. “Mengembalikan Fitrah DPR”, dalam Kompas, 11 November 2004. 37. “Golkar dan Fenomena Akbar”, dalam Kompas, 18 Desember 2004. 38. “Otonomi Daerah Menuju Resentralisasi?”, Media Indonesia, 21 Desember 2004. 39. “Pembaruan Malu-malu ala PDI-P”, dalam Kompas, 2 Februari 2005 40. “Partai dan Personalisasi Kekuasaan”, dalam Kompas, 31 Maret 2005. 41. “Demokrasi ‘Restu’ dan Aklamasi”, dalam Kompas, 20 April 2005. 42. “Mengelola Potensi Konflik Pilkada”, dalam Kompas, 10 Mei 2005 43. “Pemerintah Berbuat, KPUD Korban”, dalam Kompas, Juni 2005 44. “Dilema Pemda Produk Pilkada”, dalam Kompas, 27 Juni 2005 45. “Wakil Rakyat atau Diri Sendiri”, dalam Kompas, 15 Juli 2005 46. “Mou Helsinki, Peluang atau Perangkap?”, dalam Kompas, 24 Agustus 2005 47. “’Reshuffle’ Kabinet Sekarang”, dalam Kompas, 22 September 2005 48. “Golkar, DPR, dan Yudhoyono”, dalam Kompas, 29 Oktober 2005 49. “Dilema ‘Reshuffle’ Kabinet”, dalam Harian Seputar Indonesia, 31 Oktober 2005 50. “Menagih Komitmen PKS”, dalam Kompas, 24 November 2005 51. “Mengakhiri Tahun Antikritik”, dalam Kompas, 17 Desember 2005 52. “Rapor SBY dan Tantangan 2006”, dalam Suara Karya, 2 Januari 2006. 53. “Bencana dan Minimnya Respon DPR”, dalam Suara Karya, 9 Januari 2006 54. “PDI-P, Oposisi yang Kesepian”, dalam Kompas, 13 Januari 2006 55. “Hak Angket Layu Sebelum Berkembang?”, dalam Suara Karya, 16 Januari 2006. 56. “SBY dan Risiko ‘Bermain’ Partai”, dalam Suara Karya, 23 Januari 2006. 57. “Antiklimaks Hak Angket DPR”, dalam Kompas, 26 Januari 2006 58. “Ketika Polisi ‘Menginteli’ DPR”, dalam Kompas, 10 Februari 2006. 59. “Politik Perundang-undangan DPR”, dalam Kompas, 27 Februari 2006. 60. “Premanisme DPR”, dalam Kompas, tanggal 14 Maret 2006. 61. “Partai Lokal dan ‘Pemilu Daerah’”, dalam Kompas, tanggal 12 April 2006. 62. “Soeharto dan Balada Yudhoyono”, dalam Kompas, tanggal 26 Mei 2006. 63. “Dilema DPD dan Rekonstruksi Sistem Perwakilan”, dalam Kompas, 26 Juni 2006. 64. “DPR dan Akuntabilitas Publik”, dalam Kompas, tanggal 4 Agustus 2006. 65. “Mengapa Malu Akui Kegagalan?”, dalam Kompas, tanggal 22 Agustus 2006. 66. “Mencari Format Baru Kepartaian”, dalam Kompas, tanggal 11 Oktober 2006. 67. “Disharmoni Yudhoyono-Kalla”, dalam Kompas, tanggal 8 November 2006. 68. “Pejabat Publik, Korupsi dan Personalisasi Kekuasaan”, dalam Kompas, tanggal 23 Februari 2007. 69. “Golkar dan ‘Reshuffle’ Kabinet”, dalam Kompas, tanggal 17 April 2007. 70. “Dilema Amandemen Kelima”, dalam Kompas, tanggal 16 Mei 2007. 71. “Krisis Pemimpin dan Kepemimpinan”, dalam Kompas, tanggal 29 Mei 2007. 72. “Mawar Merah di Istana”, dalam Majalah Tempo, edisi 4-10 Juni 2007. 73. “Koalisi Kebangsaan Jilid II?”, dalam Kompas, tanggal 23 Juni 2007. 74. “Politik Konsultasi Presiden-DPR”, dalam Kompas, tanggal 5 Juli 2007. 75. “’Daur Ulang’ Calon Presiden”, dalam Kompas, tanggal 27 September 2007. 76. “Menimbang Rapor Yudhoyono”, dalam Kompas, tanggal 23 Oktober 2007. 77. “Yudhoyono-Kalla dan Politik 2008”, dalam Kompas, tanggal 15 Januari 2008. 78. “Politik Indonesia Pasca-Soeharto”, dalam Kompas, tanggal 29 Januari 2008. 79. “Adu Prestise Presiden-DPR”, dalam Kompas, tanggal 19 Februari 2008. 80. “UU Pemilu: Dari Partai untuk Partai?, dalam Kompas, tanggal 3 Maret 2008. 81. “Dilema Pemerintahan Yudhoyono”, dalam Kompas, tanggal 12 Juni 2008. 82. “Golput dan Pemilu 2009”, dalam Kompas, tanggal 30 Juni 2008. 83. “Dilema Menjelang Pemilu”, dalam Seputar Indonesia, tanggal 3 Juli 2008. 84. “Nasib Golkar dalam Pilkada”, dalam Kompas, tanggal 16 Juli 2008. 85. “Korupsi dan Delegitimasi DPR”, dalam Kompas, tanggal 5 Agustus 2008. 86. “Modal dan Popularitas Capres”, dalam Kompas, tanggal 20 Agustus 2008. 87. “Suara Terbanyak dan Konflik Internal Golkar”, dalam Seputar Indonesia, 26 Agustus 2008. 88. “Studi Banding, Lalu Sosialisasi”, dalam Kompas, tanggal 12 September 2008. 89. “Implikasi Politik RUU Pilpres”, dalam Seputar Indonesia, 18 Oktober 2008. 90. “Nepotisme Ancam Demokratisasi”, dalam Kompas, 20 Oktober 2008. 91. “Koalisi dan Dilema Capres 2009”, dalam Media Indonesia, 3 November 2008. 92. “Presidensial Cita Rasa Parlementer”, dalam Kompas, 28 November 2008. 93. “Mendesain Koalisi Presidensial”, dalam Seputar Indonesia, 16 Desember 2008.

Posts by :

Older Posts »