Feeds:
Pos
Komentar

Tak terhitung sudah berapa kali Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan mengumumkan status tersangka atas pejabat publik yang diduga melakukan tindak pidana korupsi pada 2018 yang lalu. Ironisnya, mereka mencakup hampir semua jabatan terhormat di negeri ini, mulai menteri negara, anggota DPR dan DPRD, hingga gubernur, bupati, dan walikota.
Lanjut Baca »

Iklan

Hampir setiap pekan Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penangkapan pelaku tindak pidana suap dan korupsi. Pekan ini kita dikejutkan korupsi massal 41 orang dari 45 anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur. Hampir semua partai politik “terwakili” oleh 41 orang tersebut.
Lanjut Baca »

Di luar kegembiraan kolektif kita atas pilkada serentak 2018 yang berlangsung relatif aman dan damai, tak kurang dari 16 pasangan calon (paslon) harus bersaing melawan kotak kosong. Di Kota Makassar, kotak kosong diduga menang atas paslon tunggal. Mengapa fenomena pilkada kotak kosong meningkat? Apa dampaknya bagi demokrasi kita?
Lanjut Baca »

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra akhirnya memberi mandat kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019. Publik semula berharap ada deklarasi pencapresan Prabowo, tetapi tampaknya hanya mandat partai kepada sang ketua umum. Mengapa? Apa problem Prabowo?
Lanjut Baca »

Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Bali akhirnya memutuskan mengusung kembali Joko Widodo sebagai calon presiden pada 2019. Istana semakin ramai dikunjungi para pesohor. Elite politik, media, dan lembaga survei pun sibuk mengutak-atik, siapa calon wakil presiden yang tepat bagi Jokowi?
Lanjut Baca »

Berlalu sudah momen ketika pengurus partai politik daerah berbondong-bondong ke Jakarta meminta “restu” dan rekomendasi dewan pimpinan pusat bagi pasangan calon (paslon) yang diusung dalam pilkada. Ada yang berhasil, tidak sedikit yang gigit jari. Gambar besar seperti apa yang kita tangkap dari fenomena Pilkada Serentak 2018.
Lanjut Baca »

Di luar perkiraan banyak pihak, Presiden Joko Widodo ternyata mempertahankan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam Kabinet Kerja. Jokowi bahkan melantik Idrus Markam sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawangsa yang maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur. Bulan madu Golkar-Jokowi?
Lanjut Baca »