Feeds:
Pos
Komentar

Hingga hari terakhir perpanjangan pendaftaran pasangan calon untuk pilkada serentak 2015, di tujuh daerah kabupaten/kota hanya terdapat satu pasangan calon. Puluhan daerah lainnya berpotensi serupa jika salah satu pasangan calon gagal lolos verifikasi oleh KPU daerah setempat.
Di luar soal di atas, persiapan pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015, diramaikan pula oleh hadirnya para mantan narapidana kasus korupsi dan para keluarga petahana (incumbent). Beberapa mantan napi dan keluarga petahana dengan “gagah berani” mendaftarkan diri sebagai kandidat dalam pilkada serentak mendatang. Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan memberi hak politik untuk berkompetisi dalam pilkada bagi mantan narapidana dan keluarga petahana tanpa harus memenuhi syarat tertentu sebagaimana sebelumnya diatur dalam UU No. 8 Tahun 2015 tentang Pilkada.
Pertanyaannya, apa sesungguhnya yang terjadi dengan pilkada serentak? Mengapa pengalaman berdemokrasi selama lebih dari 15 tahun terakhir tidak cukup memberi pelajaran bagi bangsa kita untuk melembagakan demokrasi yang lebih baik dan substansial? Lanjut Baca »

Wacana perombakan kabinet kini mulai bergulir padahal pemerintahan hasil Pemilu 2014 baru berusia tujuh bulan. Seberapa penting perombakan kabinet? Apakah sudah waktunya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo? Lanjut Baca »

Meskipun Menteri Hukum dan HAM sudah menerbitkan keputusan pengesahan kepengurusan baru DPP Partai Golkar, konflik internal partai beringin tampaknya belum berakhir. Kubu Aburizal Bakrie melakukan perlawanan terhadap Agung Laksono. Mengapa konflik internal Golkar kali ini lebih keras? Bagaimana masa depan partai beringin? Lanjut Baca »

Mengapa Jokowi tidak kunjung hadir sebagai seorang Presiden yang hanya tunduk kepada konstitusi dan kehendak rakyat seperti janji sebelum pemilu? Mengapa Jokowi menjadi seorang peragu dan tak berdaya menghadapi konflik KPK dan Polri? Mengapa PDI Perjuangan diam saja? Lanjut Baca »

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 12.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 4 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Dua partai politik tertua negeri ini, Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), terperangkap konflik internal. Masing-masing pihak mengklaim sebagai kepengurusan yang sah atas yang lain. Mengapa parpol-parpol kita masih rentan konflik? Lanjut Baca »

Di luar dugaan para lawan politiknya, Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie memajukan jadwal Musyawarah Nasional dari semula pada Januari 2015 menjadi akhir November 2014. Mengapa Ical kini justru ingin mempercepat Munas padahal dahulu dia menolaknya? Apa dampaknya bagi Golkar? Lanjut Baca »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.