
· Karya sendiri dan selaku editor
1. PPP dan Politik Orde Baru, Jakarta: Grassindo, 1991.
2. Demokrasi di Indonesia: Gagasan dan Pengalaman, Jakarta: LP3ES, 1995.
3. Menggugat Politik Orde Baru, Jakarta: Grafiti Press, 1998.
4. Reformasi Setengah Hati, Jakarta: Erlangga, 1999.
5. Konflik Presiden-DPR dan Dilema Transisi Demokrasi di Indonesia, Jakarta: Grafiti Press, 2007.
6. Menelaah Kembali Format Politik Orde Baru, Jakarta: Gramedia, 1995.
7. Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru, Jakarta: Yayasan Obor, 1999.
8. Indonesia di Ambang Perpecahan, Jakarta: Erlangga, 1999.
9. Kecurangan dan Perlawanan Rakyat dalam Pemilu 1997, Jakarta: Yayasan Obor, 1999.
10. Paradigma Baru Otonomi Daerah, Jakarta: Kantor Menristek-P2P LIPI, 2001.
11. Akuntabilitas dalam Otonomi Daerah, Jakarta: P2P-LIPI, 2002.
12. Desentralisasi, Demokratisasi dan Akuntabilitas Pemerintahan Daerah, Jakarta: AIPI dan PGRI, 2002.
13. Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Jakarta: LIPI Press, 2005.
14. Pemilu Langsung di Tengah Oligarki Partai, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.
15. Membangun Format Baru Otonomi Daerah, Jakarta: LIPI Press, 2006.
16. Partai dan Parlemen Lokal Era Transisi Demokrasi di Indonesia, Jakarta: LIPI Press, 2007.
· Sebagai salah seorang kontributor
17. “PPP dan Pemilihan Umum 1987”, dalam Alfian dan Nazaruddin Sjamsuddin, ed., Masa Depan Kehidupan Politik Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 1988.
18. “Visi dan Persepsi Politik Kelas Menengah Orde Baru”, dalam buku Kontradiksi Aspirasi dan Peran Kelas Menengah di Indonesia, Jakarta: CIDES, tahun?
19. “Membaca Arah Politik NU”, dalam S. Sinansari Ecip, ed., NU, Khittah dan Godaan Politik, Bandung: Mizan, 1994.
20. “Perbandingan Pemilu-pemilu Orde Baru 1971-1992: Beberapa Catatan Kritis dan Proyeksi”, dalam J. Kristiadi, ed., Menyelenggarakan Pemilu yang Bersifat Luber dan Jurdil, Jakarta: CSIS, 1997.
21. “Pentingnya Dialog untuk Meredam Badai”, dalam Abd Rohim Ghazali, ed., Kapan Badai Akan Berlalu, Bandung: Mizan, 1998.
22. “Pemilihan Umum dan Kekerasan Politik: Kasus Jawa Timur”, dalam Hermawan Sulityo, ed., Pemilu dan Kekerasan Politik, Jakarta: PPW LIPI, 1999.
23. “Pemilu 1999 dan Format Baru Politik Indonesia”, dalam Memastikan Arah Baru Demokrasi, Bandung: Mizan-LIP FISIP UI, 2000.
24. “Menjelang ‘Pemecatan’ Abdurrahman Wahid”, dalam Indra Surya Lubis, ed., Bahaya Tirani DPR: Konflik DPR vs Presiden, Jakarta: Lembaga Studi Politik Merdeka, 2001.
25. “Dinamika Politik DPRD Sumatera Barat: Ketika Kekecewaan Rakyat Menggumpal”, dalam Moch. Nurhasim, ed., Kualitas Keterwakilan Legislatif, Jakarta: PPW LIPI, 2001, hal. 87-126.
26. “Dinamika DPRD Bima, Aspirasi Masyarakat, dan Krisis Kepemimpinan Daerah”, dalam Lili Romli, ed., Dinamika Lembaga Perwakilan Lokal: Studi Peranan DPRD dalam Memperjuangkan Kepentingan Publik, Jakarta: PPW LIPI, 2002, hal. 217-236.
27. “Konflik Elite Sipil dan Dilema Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru”, dalam Maruto MD dan Anwari WMK, ed., Reformasi Politik dan Kekuatan Masyarakat, Jakarta: LP3ES, 2002, hal. 3-21.
28. “Reformasi Konstitusi dan Perangkap Oportunisme Elite Partai-Partai Besar di DPR”, dalam Riza Sihbudi dan Moch Nurhasim, ed., Amandemen Konstitusi dan Strategi Penyelesaian Krisis Politik Indonesia, Jakarta: PGRI-AIPI, 2003.
29. “Masalah Keamanan Dalam Negeri di Era Globalisasi: Ancaman, Tantangan, Peluang”, dalam Dede Wardiat, ed., Kepemimpinan dan Profesionalisme Penegak Hukum, Jakarta: PMB LIPI-Polri, 2003.
30. “Faktor Oportunisme Elite Partai-partai Besar dan Pembangkangan TNI/Polri dalam Konflik Presiden Wahid versus DPR (1999-2001)”, dalam Mahrus Irsyam dan Lili Romli, ed., Menggugat Partai Politik, Jakarta: LIP-FISIP UI, 2003, hal. 67-110.
31. “Persepsi Masyarakat terhadap Partai Politik: Kasus Nusa Tenggara Barat”, dalam Persepsi Masyarakat terhadap Partai Politik Peserta Pemilu 2004, Jakarta: P2P LIPI dan Balitbang Depdagri, 2003, hal. 13-28.
32. “Potret Partai Kebangkitan Bangsa: Peta Konflik dan Resistensi Elite Lokal terhadap Pusat”, dalam Lili Romli, ed., Potret Partai Politik Pasca-Orde Baru, Jakarta: P2P LIPI, 2003, hal. 83-104.
33. “Sentralisasi Baru dalam Birokrasi Lokal: Kasus Kabupaten Bima”, dalam Afadlal, ed., Dinamika Birokrasi Lokal Era Otonomi Daerah, Jakarta: P2P LIPI, 2004, hal. 47-64.
34. “General Election under the New Order”, dalam Hans Antlov dan Sven Cederroth, ed., Election in Indonesia: The New Order and Beyond, London and New York: RoutledgeCurzon, 2004, hal. 18-37.
35. “Politicization of Religion and the Failure of Islamic Parties in the 1999 General Election”, dalam Antlov dan Cederroth, ed., Election in Indonesia: The New Order and Beyond, London and New York: RoutledgeCurzon, 2004, hal. 77-110.
36. “Perubahan Peta Politik Kaltim 2004: Evaluasi dan Analisis Pemilu Legislatif”, dalam Lili Romli, ed., Evaluasi Pemilihan Umum 2004: Analisis Proses dan Hasil Pemilu Legislatif, Jakarta: P2P LIPI, 2004.
37. “Dinamika Civil Society Kota Surabaya: Peranan LSM dalam Era Otonomi Daerah”, dalam Afadlal, ed., Dinamika Kekuatan Masyarakat Lokal Era Otonomi Daerah, Jakarta: P2P LIPI, 2004, hal. 17-36.
38. “Quo Vadis Partai-partai”, Pengantar dalam buku Demokrasi Seolah-olah, Jakarta: PDP, 2005.
39. “Kebijakan dan Strategi Pilkada: Peluang dan Tantangan Menuju Konsolidasi Demokrasi”, dalam Djohermansyah Djohan dan Made Suwandi, ed., Pilkada Langsung: Pemikiran dan Peraturan, Jakarta: IIP Press, 2005, hal. 58-63.
40. “Pola dan Kecenderungan Perilaku Pemilih”, (ditulis bersama Tri Rainny Syafarani), dalam Lili Romli, ed., Evaluasi Pemilu Presiden 2004, Jakarta: P2P LIPI, 2005.
41. “Proses Pencalonan Anggota DPRD Kupang dan Ende di Nusa Tenggara Timur: Kasus Partai Golkar dan PDI Perjuangan”, dalam Pradjarta Dirdjosanjata dan Nico L. Kana, ed., Demokrasi dan Potret Lokal Pemilu 2004, Salatiga dan Yogyakarta: Yayasan Percik dan Pustaka Pelajar, 2006, hal. 205-260.
42. “Pencalonan dan Pola Koalisi Partai dalam Pilkada Langsung 2005”, dalam Sri Nuryanti, ed., Analisis Proses dan Hasil Pilkada Langsung 2005, Jakarta: P2P LIPI, 2007.
43. “Problematik Institusionalisasi PPP”, dalam Edison Muchlis M, ed., Pelembagaan Partai Politik di Indonesia Pasca-Orde Baru, Jakarta: LIPI Press, 2007.
44. “Dilema ‘Salah Urus’ Negara dan Pemerintahan bagi Proyek Keindonesiaan”, dalam Firman Noor, ed., Nasionalisme, Demokratisasi, dan Sentimen Primordialisme di Indonesia, Jakarta: LIPI Press, 2008.
45. “Dilema Presidensialisme Pasca-Orde Baru dan Urgensi Penataan Kembali Relasi Presiden-DPR”, dalam Moh. Nurhasim dan Ikrar Nusa Bhakti, ed., Sistem Presidensial dan Sosok Presiden Ideal, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
He,yg jelas dong klo bwt situs!